Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Pembangkit 10.000 MW Dibangun Tahun Depan

Wednesday, 28 Oct 2015 | 13:17:54

JAKARTA BISNIS INDONESIA - Sejumlah pembangkit listrik dengan total kapasitas sekitar 10.000 megawatt akan mulai dibangun pada tahun depan.

Pembangkit yang akan mulai dibangun pada tahun depan termasuk dalam bagian megaproyek pembangkit 35.000 megawatt (MW).

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir mengatakan, pembangkit yang akan dibangun tersebut terdiri dari pembangkit milik PLN serta pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP). Pembangkit milik PLN 20%, sedangkan sisanya diba-ngun oleh pengembang swasta.

Pembangunan pembangkit itu dilakukan setelah perjanjian jual beli listrik (purchasing power agreement/PPA) dan kon-trak jasa konstruksi diteken pada tahun ini.

"Tahun depan dari 10.000 MW ini akan groundbreaking semua," kata Sofyan, Selasa (27/10) .

Berdasarkan data PLN, realisasi penandatangan kontrak selama Mei hingga Oktober 2015 barn mencapai 5.944 MW atau 16,9% dari total megaproyek 35.000 MW.

Dari jumlah kontrak yang sudah ditandatangani itu, 995 MW merupakan pembangkit milik PLN, sisanya 4.950 MW merupakan pembangkit swasta yang perjanjian jual beli listriknya telah disetujui PLN.

Sofyan menambahkan, hingga akhir tahun ini akan ada penambahan beberapa penandatanganan jual bell listrik maupun konstruksi hingga mencapai 10.000 MW Dia mencontohkan perjanjian jual. beli listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 1 dengan kapasitas 1.000 MW yang sudah ditandatangani.

Sofyan menambahkan, pada bulan depan penandatanganan PPA mencapai lebih dari 4.000 MW Kapasitas itu meliputi PLTU Jawa 5 dan PLTU Jawa 7 dengan kapasitas masing-masing 2x1.000 MW serta PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 dengan kapasitas sekitar 2x660 MW "Setelah PPA, financial closing [penuntasan pendanaanl. Kemudian 6 bulan sudah harus pembangunan."

Dia berharap agar proses penandatangan PPA dan kontrak jasa konstruksi berjalan lancar sehingga pembangunari pembangkit dapat selesai sesuai target.

Direktur Bisnis Jawa Tengah PLN Nasri Sebayang mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan kontrak jasa konstruksi untuk beberapa pembangkit PLN dalam waktu dekat. Kontrak tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 2 dan PLTGU Muara Karang Peaker, dengan kapasitas masing-masing 800 MW dan 500 MW.

Dia mengatakan, progres pelalangan untuk pembangkit 35.000 MW akan sele-sai 50% pada akhir tahun. Setelah proses lelang selesai, maka penandatangan PPA dan jasa konstruksi dapat segera dilakukan. "Tahun ini diharapkan pelelangan bisa selesai 50% baik EPC maupun IPP."

Realisasi kontrak pembangkit hingga Oktober 2015 telah mencapai 5.944 MW.(Annisa L. Ciptaningtyas)