Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Ada Tambahan 18.395 kWp

Wednesday, 18 Nov 2015 | 14:02:07

JAKARTA BISNIS INDONESIA - Indonesia akan mendapat tambahan kapasitas listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18.395 kilowattpeak (kWp) pada tahun depan.

Penambahan kapasitas itu menyusul dimulainya pembangunan 109 PLTS yang tersebar di 94 titik wilayah terpencil, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Pembangunan PLTS menjadi fokus dari Kemeriterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusul ditambahnya anggaran untuk Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dalam Rancangan APBN 2016 oleh Komisi VII DPR.

Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana menjelaskan, PLTS yang akan dibangun termasuk PLTS hybrid dengan diesel, PLTS di atap-atap gedung pemerintahan serta bandara, serta PLTS terapung. "Tambahannya, 109 unit dengan kapasitas 18.395 kWp," katanya, Selasa (16/11).

Dari total 109 PLTS yang akan dibangun terdiri dari 94 PLTS terpusat dan sisanya akan dibangun berupa PLTS terapung dan PLTS rooftop.

Rida mengatakan, PLTS tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah terpencil. Dia mengutamakan wilayah Maluku dan Papua sebagai tempat pembangunan, yang memiliki rasio elektrifikasi rendah.

Hingga saat ini, lanjut Rida, pemerintah telah membangun 141 PLTS di 81 lokasi yang tersebar di Indonesia. Selain PLTS, Ditjen EBTKE juga akan membangun pembangkit listrik tenaga biogas yang berasal dari rumput laut dengan kapasitas 1 megawatt (MW) dari dana APBN. "Nanti
akan kita bangun di Bali, sebagai proyek percontohan."

Menurutnya, pihaknya akan mengalokasikan dana dari APBN tersebut untuk membangun 33 unit tangki guna menampung biodiesel. Adapun tdtal kapasitas tangki nantinya mencapai 23.100 kiloliter.

Menurut Rida, total kapasitas terpasang hingga saat ini barn mencapai 7,1 juta kiloliter. Angka tersebut harus ditambah menyusul bertambahnya bauran bahan bakar nabati ke dalam Solar pada tahun depan.
Rida menuturkan, inOstasi proyek 33 unit tangki penyimpanan biodiesel itu mencapai Rp68 miliar.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan usulan dari PT Pertamina (Persero). Proyek ini diperkirakan rampung dalam waktu 1 tahun dengan pengerjaan separa paralel.

Seperti diketahui, Komisi VII DPR sepakat untuk menambah anggaran untuk Ditjen EBTKE menjadi Rp2,16 triliun dari usulan Rp1,56 triliun. Direktorat ini merupakan satu-satunya yang ditambah di antara direktorat lainnya yang justru usul-annya dipangkas.

Secara keseluruhan, anggaran Kemeriterian ESDM dipangkas dalam RAPBN 2016. Kementerian ESDM mengajukan anggaran Rp8,89 triliun. Namun, Komisi VII DPR memotong anggaran kementerian yang dipimpin Sudirman Said tersebut Rp1,09 triliun menjadi Rp7,81 triliun. Sementara itu, untuk EBTKE ditambah lantaran pemanfaatan energi barn terbarukan telah menjadi fokus semua pihak. Diharapkan penggunaan energi baru dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. (Annisa L Ciptaningtyas)