Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Kasus Korupsi E-KTP, Eks Mendagri Gamawan Fauzi & Pengacara Hotma Sitompul Diperiksa KPK

Tuesday, 14 Nov 2017 | 17:37:32

JAKARTA - Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dan Pengacara kondang Hotma Sitompul diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan‎ e-KTP, tahun anggaran 2011-2012.

Hotma Sitompul datang lebih awal ke gedung KPK sekira pukul 09.55 WIB dengan mengenakan jas berwarna cokelat‎. Namun demikian, dia enggan memberikan komentarnya terkait pemeriksaannya hari ini.

BERITA TERKAIT +
Polri Sebut Kasus Dugaan Surat Palsu Pimpinan KPK Bisa Dihentikan
Setya Novanto Gugat UU KPK ke MK, Wapres JK: Namanya Juga Usaha...
KPK Pilih Fokus Usut Kasus E-KTP ketimbang Urusi Gugatan di MK
Sedangkan Gamawan Fauzi datang selang beberapa‎ menit setelah Hotma. Gamawan datang dengan mengenakan batik berwarna hijau. Dia menjelaskan pemeriksaannya sebagai saksi berkaitan dengan kasus dugan korupsi proyek e-KTP.

"Saya diperiksa untuk Pak Anang (Dirut PT Quadra Solutions)," singkat Gamawandi pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2017).

(Baca Juga: Jika Novanto Tersangka Lagi, Pengacara: Seperti Dendam Pribadi, Ini Bisa Saya Bawa ke Pengadilan Internasional)

Sebagaimana dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Gamawan Fauzi disebut turut kecipratan uang panas proyek e-KTP sebesar USD4,5 juta atau sekira lebih dari Rp60 miliar. Namun demikian, Gamawan membantah adanya aliran uang proyek e-KTP tersebut.

Sementara itu, Hotma Sitompul per‎nah mengakui menerima uang sebesar 400 ribu Dollar Amerika Serikat dan Rp150 juta dari Irman dan Sugiharto. Hanya saja, Hotma menjelaskan bahwa unag itu merupakan fee atas jasa mendampingi kedua terdakwa saat proses lelang proyek e-KTP.

Sejauh ini, KPK telah resmi menetapkan lima orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Kelima tersangka tersebut yakni, dua mantan Pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto;,

Kemudian, Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo; Politikus Golkar Markus Nari; serta pengusaha yang diduga sebagai pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.