Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Bupati Kebumen Terima Suap dan Gratifikasi Bersama Timses-nya

Friday, 09 Feb 2018 | 08:20:22

JAKARTA - Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad ternyata menerima suap dan gratifikasi pengadaan barang, dan jasa APBD Kebumen tahun anggaran 2016 bersama dengan tim sukses-nya (timses) saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Swasta Hojin Anshori.

Yahya dan Hojin sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka, bersama dengan Komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi dalam kasus suap dan gratifikasi tersebut.

BERITA TERKAIT +
Jadi Tersangka Gratifikasi, Bupati Kebumen Berniat Mundur
Bupati Kebumen Yahya Fuad Ditetapkan Tersangka oleh KPK
Wagub DKI Berikan Jaket Pemberian BJ Habibie ke KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, bahwa penyidik mencium perkara ini dilandasi oleh politik balas budi. Mengingat, kata Febri, dalam membagi proyek, Yahya telah melibatkan timses-nya.

"Tersangka Hojin Anshori yang merupakan rekan Yahya dan juga kontraktor di Pemkab Kebumen, sebelumnya adalah anggota timses Bupati Kebumen dan diduga yang bertugas menerima fee proyek yang dikumpulkan oleh tersangka Khayub Muhamad Lutfi," papar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2018).

Febri menyebut, modus politik balas budi telah ditemukan dibeberapa daerah Indonesia. Oleh karenanya, menurut Febri, terkait dengan momentum politik ini, KPK mengingatkan kepada seluruh kontestan Pilkada untuk lebih berhati-hati lagi.

"KPK juga mengingatkan kepada pengusaha maupun timses agar tidak berupaya untuk mempengaruhi kebijakan ataupun melakukan intervensi terkait proyek-proyek di daerah yang kerap menjadi bancakan," tutur Febri.

(Baca juga: Jadi Tersangka Gratifikasi, Bupati Kebumen Berniat Mundur)

Dalam kasus ini, Yahya diduga menerima uang sebesar Rp2,3 miliar jatah fee beberapa proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Kebumen. Yahya diduga telah mengumpulkan sejumlah kontraktor yang merupakan rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen.

Ketika itu, Yahya diduga telah membagi-bagikan proyek pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Kabupaten Kebumen. Dari proyek-proyek tersebut, diduga Yahya menerima sejumlah fee.

Proyek itu dibagi-bagikan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Infrastruktur APBN 2016 sebesar Rp100 miliar. Proyek itupun dibagi kepada beberapa rekanan dari Yahya.

(Baca juga: Bupati Kebumen Yahya Fuad Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Diantaranya adalah, kepada Khayub Muhamad Lutfi diberikan proyek pembagunan RSUD Prembun sebesar Rp36 mlliar. Sedangkan Hojin Anshori dan grup Trada MW dikasih proyek senilai Rp40 millar.

Dalam kasus suap ini, Yahya dan Hojin Anshori dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 30/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Terkait gratifikasi, Yahya dan Hojin Anshori disangkakan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 30/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Khayub Muhamad Lutfi selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 b atau pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.