Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Jaksa: Setya Novanto Tekan Miryam agar Cabut BAP

Friday, 13 Apr 2018 | 08:32:36

Jakarta - Jaksa pada KPK menyebut Setya Novanto pernah menekan Miryam S Haryani agar mencabut keterangan terkait korupsi e-KTP. Penekanan ini disebut terkait dengan keterlibatan Novanto dalam perkara.

"Terdakwa bersama Jamal Aziz, Chairuman Harahap, Markus Nari, dan Akbar Faisal melakukan penekanan terhadap Miryam S Haryani agar agar mencabut keterangannya dalam BAP," kata jaksa Eva Yustisiana membacakan surat tuntutan Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018).

Baca juga: Jaksa KPK: Kasus Korupsi e-KTP Bercita Rasa Pencucian Uang


Menurut jaksa, Novanto menjamin, bila Miryam Haryani mencabut keterangan dalam BAP, Miryam tidak akan menjadi tersangka di KPK.

"Atas penekanan tersebut pada persidangan 23 Maret 2017 Miryam S Haryani benar-benar mencabut seluruh BAP-nya sesuai arahan terdakwa," ujar jaksa.

"Perbuatan yang dilakukan terdakwa bersama-sama kawan peserta di atas merupakan perbuatan penyalahgunaan wewenang karena terdakwa selaku anggota DPR justru menjadi bagian rangkaian perbuatan pidana," sambung jaksa.

Baca juga: Jaksa Beberkan Daftar Penerima Duit e-KTP di Tuntutan Novanto


Novanto, menurut jaksa pada kPK, terbukti melakukan intervensi dalam proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa paket e-KTP. Novanto disebut menyalahgunakan kesempatan dan sarana karena kedudukannya sebagai anggota DPR dan Ketua Fraksi Golkar.

Baca juga: Jaksa Beberkan Peran Novanto Intervensi Anggaran Proyek e-KTP


Dari pengurusan pembahasan anggaran e-KTP, menurut jaksa, Novanto menerima duit fee total USD 7,3 juta. Duit ini terdiri dari sejumlah USD 3,5 juta diberikan melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo serta sejumlah USD 1,8 juta dan USD 2 juta diberikan melalui perusahaan Made Oka Masagung.