Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Mantan Ketua Komisi II dan Eks Sekjen Kemendagri Bersaksi untuk Keponakan Setnov

Tuesday, 07 Aug 2018 | 16:03:50

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP 2011-2012, dengan agenda ‎pemeriksaan saksi-saksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awalnya berencana menghadirkan tujuh saksi pada persidangan kali ini. Namun, dua saksi tidak hadir, sehingga hanya lima orang yang bersaksi.

BERITA TERKAIT +
Ngaku Jadi Perantara Keponakan Setnov, Pengusaha Ini Kembalikan Rp17,5 Juta ke KPK
Keponakan Setnov Didakwa sebagai Perantara Korupsi E-KTP
Eks Dirut PT Quadra Solutions Juga Divonis Bayar Uang Pengganti Rp20 Miliar
Adapun, lima saksi yang digali keterangan di persidangan hari ini yakni, mantan Ketua Komisi II DPR RI, Chairuman Harahap; mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini; pengusaha Ikhsan Muda Harahap; anggota tim Fatmawati, Mudji Rachmat Kurniawan; serta mantan Country Manager HP Enterprise Services, Charles Sutanto.

"Kepada lima saksi dipersilahkan untuk menduduki kursi persidangan," kata Jaksa Eva Yustisiana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Sementara itu, dua saksi yang tidak hadir yakni, mantan Direktur PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya dan pengusaha Jimmy Iskandar Tedjasusila.

‎Sidang vonis Setnov (Arie/Okezone)

Sebelumnya, keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, yang juga mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, didakwa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun. Dia didakwa bersama-sama dengan seorang pengusaha Made Oka Masagung.

Keduanya didakwa berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP tahun 2011-2013 ‎untuk sejumlah pihak. Irvanto dan Made Oka juga turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek itu.

Irvanto dan Made Oka turut serta terlibat dalam korupsi proyek e-KTP ‎bersama-sama dengan Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Setya Novanto (Setnov), pengusaha pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Kemudian, Direktur PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo, Ketua Konsorsium PNRI, Isnu Edhi Wijaya, serta empat pejabat Kemendagri yakni, Irman, Sugiharto, Diah Anggraeni, dan Drajat Wisnu Setyawan.



Sidang e-KTP (Arie/Okezone)

Dalam dakwaan, perbuatan Irvanto dan Made Oka juga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi yang diantaranya, Setnov, Irman, Sugiharto, Andi Agustinus, Gamawan Fauzi, Diah Anggraeni, Drajat Wisnu Setyawan, Johannes Marliem, Miryam S. Haryani.

Selanjutnya, Markus Nari, Ade Komarudin, M Jafar Hafsah, beberapa anggota DPR RI periode 2009 sampai 2014, Husni Fahmi, Tri Sampurno, Jimmy Iskanda Tedjasusila, tujuh orang tim Fatmawati, Wahyudin Bagenda, Abraham Mose, beserta tiga orang Direksi PT LEN Industri, Mahmud Toha, dan Charles Sutanto Ekapradja. Atas perbuatannya, negara dirugikan sebesar Rp2.314.904.234.275

Atas perbuatannya, Anang dan Made Oka didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.