Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Kenapa Direksi BUMN Sering Dirombak?

Friday, 14 Sep 2018 | 08:44:20

Jakarta - Seringnya perombakan jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menimbulkan kecurigaan. Apalagi pergantian direksi dilakukan jelang tahun politik.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu memandang ada tiga kemungkinan mengapa sering sekali Menteri BUMN Rini Soemarno merombak direksi BUMN. Pertama, pergantian direksi menunjukkan bahwa pada saat pengangkatan proses pemilihannya tidak hati-hati.

"Kedua mungkin memang penilaian kinerja dari direksi itu sendiri, mungkin kerjanya tidak konsisten," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (13/9/2018).

Baca juga: Eks Direktur Keuangan Pertamina Ditunjuk Jadi Dirut Danareksa

Sementara yang ketiga, ada kemungkinan intervensi dalam pemilihan direksi BUMN. Kemungkinan inil yang menimbulkan kecurigaan.

Said menjelaskan ada berbagai macam keuntungan yang diincar untuk menjadi direksi BUMN. Pertama bisa melakukan intervensi dari sisi pengadaan barang dan jasa.

Lalu dalam menempatkan direksi BUMN juga bisa melakukan intervensi dari sisi kerja sama investasi maupun operasi. Direksi BUMN juga bisa menentukan dari sumber pendanaan perusahaan nantinya.

"Lalu bisa juga dia menempatkan orang-orangnya di BUMN. Terakhir dia bisa menetapkan kegiatan agenda politik secara tersembunyi," tegasnya

Baca juga: Rombak Direksi Pertamina, Kementerian BUMN: untuk Penyegaran

Said juga menerangkan, proses penentuan direksi BUMN memang dipilih oleh Menteri BUMN. Namun Presiden seharusnya juga ikut menentukan, sebab ketua Tim Penilai Akhir sekarang diisi oleh Presiden.

"Proses seleksi memang ada di Menteri BUMN, tapi penetapan akhir lewat Tin Penilai Akhir yang diketuai Presiden. Jadi kalau ada yang katakan Presiden tidak tahu, itu sulit diterima," tambahnya.