Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

OTT, Rekening Pegawai Puskesmas Karangploso Diselidiki Polda Jatim

Tuesday, 09 Oct 2018 | 08:12:01

Malang - Penyidik Ditreskrimsus Tipikor Polda Jatim terus bergerak membongkar dugaan penyalahgunaan dana kapitasi di UPT Puskesmas Karangploso. Setelah memeriksa 17 pegawai secara maraton, kini penyidik menelusuri buku rekening pegawai di Bank Jatim.

"Hari ini, tim penyidik tengah berkoordinasi dengan Bank Jatim Cabang Surabaya. Untuk menyelidiki rekening masing-masing pegawai," beber Kabid Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (6/10/2018).

Barung menjelaskan, koordinasi bersama Bank Jatim memiliki tujuan untuk mengambil print out rekening masing-masing pegawai.

"Hari ini fokusnya itu, koordinasi dengan perbankan untuk menemukan bukti otentik dari perkara yang sedang ditangani," ungkap Barung.

17 Pegawai Puskesmas Karangploso diperiksa tim penyidik di Mapolsek Karangploso, Kabupaten Malang. Pemeriksaan digelar selama dua hari dengan status para pegawai sebagai saksi.

Penanganan kasus berawal dari OTT Tim penyidik Ditreskrimsus Tipikor Polda Jawa Timur terhadap Kholifah (54), bendahara UPT Puskesmas Karangploso, pekan lalu. Bendahara diduga memotong dana kapitasi para pegawai yang diberikan untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) puskesmas milik Pemkab Malang.

Dalam OTT itu, petugas menemukan 31 amplop putih berisi uang dengan total Rp 72 juta. Dalam modusnya, bendahara diduga menyunat dana kapitasi yang merupakan hak pegawai dari hasil kinerja selama 1 bulan.

Belum terungkap berapa persen dugaan pemotongan yang dilakukan bendahara mulai Januari sampai Agustus 2018.

Melihat dari penjambaran APBD Kabupaten Malang tahun anggaran 2018, alokasi dana kapitasi untuk puskesmas dianggarkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. UPT Puskesmas Karangploso adalah salah satu dari sekian banyak puskesmas yang menerima dana kapitasi.

Alokasi anggaran sebesar Rp 1,978.936.000,00 tersebut masuk pada belanja langsung penunjang operasional dan kinerja UPT layanan JKN kapitasi FKTP Karangploso. Dari jumlah tersebut, untuk belanja pegawai sebesar Rp 1,525.605.200,00.

Besaran itu kemudian dirinci untuk pembayaran honorarium PNS sebesar Rp 768.763.172,00, honorarium tim pengadaan barang dan jasa sebesar Rp 3,550.000,00, dan honorarium pelayanan medis senilai Rp 765.213.172,00. Dibagi lagi, untuk honorarium non PNS sebesar Rp 756.842.028,00, honor pegawai honorer Rp 136.800.000,00, honorarium pelayanan medis sebesar Rp 620.042.028,00.

Selain UPT Puskesmas Karangploso, ada 38 puskesmas lain yang menerima dana kapitasi di Kabupaten Malang, untuk besaran anggarannya variatif dan ditentukan oleh kepala daerah mengacu kepada peserta BPJS yang tercatat di FKTP.