Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Perpres Mobil Listrik Diteken Jokowi, Pemprov DKI Ganti Mobil Dinas?

Monday, 12 Aug 2019 | 15:58:56

Jakarta - Peraturan presiden (perpres) mengenai kendaraan listrik sudah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemprov DKI mulai mewacanakan penggantian mobil bertenaga listrik apabila harganya terjangkau.

"Tentu, nanti sesudah... tentu jangan, nanti Anies mau ganti mobil. Jangan langsung ke sana (penggantian mobil dinas). Tapi gini, kita harap dengan adanya perpres itu, maka jadi harganya terjangkau," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca juga: Anies Minta Bank Permudah Kredit Mobil Listrik Biar Warga Gampang Beli


Anies mengatakan saat ini biaya mobil listrik masih sangat mahal. Namun dia menuturkan, apabila mobil listrik masuk ke Indonesia dengan harga terjangkau, Pemprov bakal memastikan segera memasukkannya ke e-katalog pengadaan barang jasa.

"Sekarang ini secara ekonomis memang sangat berat karena dibanding reguler bisa 3 sampai 4 kali lebih mahal. Bagaimanapun juga mobil adalah alat transportasi, mobil itu harus ekonomis juga. Nanti kalau sudah keluar produknya sampai Indonesia dengan harga terjangkau, Pemprov DKI akan memastikan itu segera masuk di e-katalog," ujar Anies.

"Begitu masuk e-katalog, maka belanja-belanja mobil baru Pemprov DKI Jakarta menggunakan kendaraan bersumber tenaga listrik," lanjut dia.

Baca juga: Jokowi Sudah Teken Perpres Mobil Listrik, Anies: Kami Siapkan Semuanya


Namun Anies tak ingin Pemprov DKI belanja mobil dinas dengan biaya mahal. Dia ingin memastikan lebih dulu mobil listrik yang masuk ke Indonesia dengan harga terjangkau.

"Tapi jangan sampai harga masih mahal nanti kita pemborosan dari sisi anggaran. Begitu produknya siap, harganya ekonomis, maka kita akan masukkan ke dalam katalog, kalau sudah masuk katalog, kita akan pakai. Tapi kalau harganya masih mahal sekali, malah jadi pemborosan, gubernur pakai mobil selevel S Class, Mercy, malah jadi problem tersendiri. Jadi itu isunya, lebih pada harganya," terang Anies.

Meski demikian, Anies berterima kasih kepada Jokowi, yang sudah menandatangani perpres mobil listrik. Dia mengaku akan memanggil industri motor dan mobil untuk melakukan pemetaan (mapping) jalur di Jakarta.

"Kita berterima kasih pada Pak Presiden, Pak Presiden sudah tanda tangan perpres itu, saya harap industri bergerak, kami akan panggil industri motor dan mobil terkait penyusunan roadmap penggunaan mobil dan motor listrik di Jakarta," kata Anies.

Apalagi Pemprov sudah melakukan komunikasi dengan PLN untuk memonitor titik-titik dilakukannya pengisian ulang tenaga mobil listrik. Jadi, ketika mobil listrik mulai mengaspal, seluruh sektornya sudah siap.

"Seluruh ekosistem kita akan tata sama-sama, jadi ketika Jakarta gerak, jangan hanya pemerintah mengumumkan regulasi baru, tapi masyarakat dan private sector belum siap. Itu kita bereskan," kata Anies.

Begitu pun TransJakarta, yang menggunakan tenaga listrik. Anies mengatakan saat ini sudah ada 3 bus TransJakarta yang dipakai dan ke depannya akan disediakan bus bertenaga listrik.

"Bus listrik TransJakarta on the way, sudah ada 3 yang dipakai, tapi semua yang baru kita akan pakai listrik. Saya lupa kapan (operasionalnya), tapi segera karena begitu mereka belanja yang baru, yang barunya akan pakai, bukan belanja, tapi kemitraan, pihak ketiga penyedia jasa TJ menggunakan mobil listrik," kata Anies.