Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Ganjar Ancam Pecat Pegawai yang Terlibat Penyelewengan Banprov Jateng

Tuesday, 10 Sep 2019 | 08:01:37

Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar semua pihak ikut membantu kejaksaan membongkar penyelewengan dana Bantuan Provinsi Jawa Tengah dengan kerugian Rp 7,5 miliar. Ia juga menegaskan jika jajarannya ada yang terbukti terlibat maka akan dipecat.

Ganjar mengatakan sudah beberapa orang dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipanggil kejaksaan untuk diminta keterangan terkait kasus penyelewengan yang terjadi di Kendal dan Pekalongan itu.

"Bantu kejaksaan kalau perlu kita bongkar bareng," kata Ganjar usai acara pengucapan sumpah janji anggota DPRD Jateng 2019-2024, di Gedung DPRD Jateng, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Gubernur Ganjar Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Banprov Jateng

Penyelewengan diduga terjadi pada sektor pendidikan untuk pembelian laptop di Pekalongan dan Kendal. Ganjar mengatakan pembelian perangkat itu melalui e-katalog dan yang mengatur adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Meski demikian Ganjar telah menelusuri kemungkinan anak buahnya terlibat dalam kasus ini.

"Siapa yang berpotensi mendapat kickback saya sudah cek tidak ada," ujarnya.

Baca juga: Kejati Akan Memeriksa Sekda Jateng Terkait Penyelewengan Dana Banprov

Namun jika ternyata dalam penyidikan diketahui ada jajaran Pemprov Jateng yang terlibat, Ganjar meminta segera diberi tahu namanya untuk direkomendasikan diberi sanksi termasuk pemecatan.

"Kasih tahu ke saya, tak pecate, kalau itu orang Pemprov," pungkas Ganjar.

Untuk diketahui, dugaan penyimpangan Banprov Jateng tahun 2018 diduga terjadi di sektor pendidikan Kabupaten Kendal dan Pekalongan. Saat ini Kejaksaan Tinggi Jateng sedang melakukan penyidikan kasus yang merugikan negara Rp 7,5 miliar itu.