Pusat Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Nasional

Berita dan Event Tender

Detik-detik Jatuhnya Lift yang Dinaiki Ketua DPRD DIY Pradito Rida Pertana - detikNews

Wednesday, 16 Sep 2020 | 10:31:20

Yogyakarta - Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nuryadi mengalami patah kaki akibat lift yang dinaikinya terjatuh dari lantai 2 ke lantai 1. Lift milik pribadinya itu jatuh gara-gara talinya tiba-tiba putus.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Kala itu Nuryadi naik lift bersama salah seorang pimpinan Komisi di DPRD DIY, Dwi Wahyu.

"Kejadian sekitar jam 10 (pagi), jadi pak Ketua naik lift berdua sama mas Dwi Wahyu dari rapat. Sebelumnya juga bertemu dengan saya, saya konsultasi, berembug dengan beberapa urusan di kantor terkait dengan paripurna ini," kata Wakil ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana saat ditemui wartawan di Kantor DPRD DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (15/9/2020).

Saat itu, Nuryadi mengaku akan menghadiri rapat paripurna (rapur) bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Wakil Gubernur Paku Alam X pada pukul 10.00 WIB. Mereka kemudian berpisah, karena Nuryadi naik lift untuk turun ke lantai 1.

"Terus beliau naik lift dan tiba-tiba lift-nya jatuh. Jadi putus talinya (lift), saat itu posisinya dari atas (lantai 2) turun (ke lantai 1) tadi," ujarnya.

Akibat peristiwa itu, Nuryadi dan Dwi Wahyu mengalami luka di bagian kaki. Keduanya saat ini telah dilarikan ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

"Dibawa ke Bethesda, untuk kondisi medis secara detail saya kurang tahu, tapi sepertinya beliau (Nuryadi) patah kaki, mas Dwi juga luka di kaki," ucapnya.

Huda menerangkan lift itu bersifat sementara dan pengadaan mandiri Nuryadi. Sebab, kondisi Nuryadi tidak memungkinkan untuk naik-turun tangga dengan intensitas tinggi.

"Lift ini sebenarnya hanya lift sementara dan tidak dibiayai APBD, itu (lift) dari Pak Ketua (DPRD) sendiri. Beliau perlu lift karena tidak bisa naik-turun tangga dengan sering," ucapnya.

Selain itu, dia menduga jatuhnya lift ini karena standardisasi lift yang kurang sesuai. Oleh karenanya, lift itu akan segera dibongkar dan diganti dengan standar.

"Karena sementara standarisasinya kurang. Untuk lift wajib dibongkar karena hanya bersifat sementara, lift itu baru tapi standarnya mungkin kurang. Karena itu kedepannya akan saya minta barang-barang yang ada di DPRD harus sesuai standar," ujarnya.